Maria menuturkan, Rumah Sehat Baznas berbeda dengan klinik kesehatan yang lain, karena memiliki konsep pelayanan dalam dan luar gedung. Selain pelayanan berobat bagi masyarakat, Rumah Sehat Baznas juga melakukan tindakan preventif, yaitu pencegahan dan pelayanan langsung di lapangan.
“Seperti kita tahu klinik biasanya orang datang, berobat, selesai. Kalau kita tidak, karena tujuannya untuk membantu pemerintah di sisi kesehatan makanya ada pelayanan luar gedung,” bebernya.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini pembangunan tidak terdapat kendala yang berarti. Sejak awal pembangunan, Rumah Sehat Baznas merupakan hasil kerjasama dari tiga pihak berbeda, yakni Pemerintah daerah, Baznas dan pihak ketiga.
“Pemerintah sebagai penyedia lahan, lalu pihak ketiga sebagai penyedia dana, serta pengelola operasional dilakukan oleh Baznas,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, Rumah Sehat Baznas diperuntukan untuk kaum duafa, karena biaya operasional akan ditanggung oleh Baznas Pusat, Provinsi dan Kabupaten Berau. Jadi yang berhak menerima pelayanan adalah kaum duafa yag sudah masuk di dalam database Baznas Kabupaten Berau.
“Sesuai dengan database yang sudah kita verifikasi datanya, orang tersebut akan merima kartu khusus. jadi saat ingin mendapatkan pelayanan tinggal datang dan menujukan kartu tersebut,” jelas Maria.
Ia mengatakan, Baznas memiliki database kaum duafa sendiri, karena ketika ada permohan masuk, pihaknya akan meminta data dari pemohon lalu tim yang telah disiapkan akan mensurvei dan memverifikasi kebenaran data yang diberikan oleh pemohon.
“Karena sistem dari Baznas ingin tepat sasaran, jadi tidak bergantung dengan data dari instansi lain” tegasnya.[]
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Rusdi