Inalti menambahkan, dari luasan fungsional 550 hektare itu, diutamakan 50 hektare sawah petani di Rapak Oros yang telah mendapat bantuan benih dari Program Upaya Khusus (Upsus) Dinas Pertanian Kubar tahun ini. Dia menyebut, saat ini Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sudah diturunkan ke lapangan guna mendampingi petani mulai dari pengolahan, pengairan sawan, hingga penanaman padi. “PPL aktif kelapangan, persawahan Rapak Oros itu luas. Yang menjadi kendala, sebagian dari persawahan Oros terintegrasi banjir Sungai Mahakam, oleh anak sungai yang mengalir di sekitar Rapak Oros,” jelas dia.
“Tapi kami pastikan dan optimis 50 hektare yang masuk dalam bantuan Upsus Pajale dari Dinas Pertanian Kubar akan diutamakan dan diupayakan sebagai demplot (percontohan) bagi petani lainnya disana. Target utama adalah penanaman untuk kegiatan upsus padi sawah,” ungka Inalti.
Sebelumnya, Dinas Pertanian Kubar mengakui guna mendukung swasembada pangan, telah diluncurkan program Upaya Khusus (Upsus Pajale). Yakni bantuan benih padi, jagung, dan kedelai untuk 9 kecamatan se-Kubar.
Dinas Pertanian pada 2017 ini menyalurkan 25 ton benih padi bagi petani sawah sembilan kecamatan. Namun tak bisa ditampik, kendala pascabanjir mengubah jadwal tanam bibit padi. “Terutama Penyinggahan, Muara Pahu, dan Jempang, berada di kawasan pesisir, seharusnya Agustus ini masuk masa tanam. Di kawasan persawahan Rapak Punang dan Sebelang Muara Pahu, sebagian petani sudah menyemai benih. Kawasan yang tidak terendam sudah mulai menanam bibit itu,” jelas Kasi Sarana Prasarana, Produksi, Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian Kubar, Mastuyah.
“Bantuan benih padi jenis varietas Inbrida Padi Sawah (Inpari) untuk sembilan kecamatan. Tetapi Kecamatan Long Iram petani minta bibit padi varietas Mikongga, menyesuaikan struktur tanah.(imr)