Kepala Kampung Gurimbang, Edy Gunawan mengatakan, kondisi ini sudah berlangsung lama, bahkan pihaknya sudah mengajukan dua kali pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), namun belum ada tanggapan.
“Jika dibiarkan, bisa dipastikan amblasnya makin parah, saat ini saja kedalaman sudah mencapai 45 sentimeter,” katanya,Rabu (24/3/2021) Amblasnya jalan ini membuat badan jalan terbelah, jika dibiarkan, maka akan terus tergerus, terlebih jalan tersebut juga dilalui kendaraan.
Jika musim hujan, kerusakan jalan akan parah, sedangkan posisi badan jalan berdampingan dengan Sungai Berau. “Sekarang gini, di seberang jalan amblas itu bangunan PDAM dan jika ini amblas dengan kedalaman kurang lebih 6 meter pasti bangunan tersebut terdampak,” katanya.
Dengan terdampaknya bangunan PDAM di Kampung Gurimbang tersebut, Edy mengatakan, bisa dipastikan penyaluran air bersih untuk empat kampung yakni Bangun, Sukan Tengah, Tanjung Perangat dan Gurimbang akan terganggu. “Bukannya itu menimbulkan masalah baru, sebelum makin parah, harapan saya agar bisa diperbaiki,” ucapnya.
Ia melanjutkan, pihaknya telah membuat akses jalan alternatif, yakni melalui jalur tiga di belakang PDAM, namun karena kondisi gunung, dan sepanjang 700 meter belum beraspal, tentu akan menyulitkan masyarakat untuk berkendara. “Ada, tapi sulit dilalui,” katanya.
Edy melanjutkan, solusi perbaikan saat ini adalah membangun turap sepanjang 600 meter di kawasan jalan RT 3, karena, jika dilakukan pengaspalan ulang tentu akan percuma, bisa dipastikan akan amblas lagi. “Bangun turap sebagai penopang tanah, agar tidak bergerak,” jelasnya.
Penulis : */Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan