Marwan juga mengungkapkan, sulitnya penjualan beberapa jenis ikan di Kabupaten Berau, antara lain jenis ikan yang sulit dijual adalah ikan Merah dan ikan Kerapu. Hal ini disebabkan karena sepinya peminat ikan tersebut yang dipicu oleh mahalnya harga di pasaran. “Untuk ukuran setengah kilo ke bawah masih laku di pasaran, namun susah menjualnya,” paparnya.
Ia melanjutkan, para nelayan yang mendapatkan ikan kerapu dan juga ikan merah terpaksa menjual ke luar Berau, seperti Tarakan, Kalimantan Utara dan juga Tawau, Malaysia. Marwan mengatakan, untuk jenis ikan merah, satu kilonya dihargai Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu. Kemudian untuk kerapu mencapai harga Rp 40 ribu. “Di Berau susah, jadi mau tidak mau dikirim ke luar,” jelasnya.
Ia mengatakan, untuk stok ikan Merah dan Kerapu di atas satu kilogram cukup banyak. Dikarenakan, sejak Desember hingga Maret tangkapan nelayan mengalami peningkatan. Marwan mengatakan dalam empat bulan tersebut, jumlah tangkapan melimpah karena memang masuk musim tangkap .
“Ombaknya besar, tapi mudah dalam mencari ikan. Namun jika ombak tenang, tangkapan menurun,” katanya. Salah seorang nelayan, Jusman yang ditemui di Kasai mengatakan, dirinya menjual ikan tersebut ke pengepul, karena pasaran untuk ikan Merah dan Kerapu susah.
Di sisi lain, ia tidak bisa menentukan ikan apa yang berhasil ia dapatkan. “Kalau ikan biasa yang didapat, mudah menjualnya, kalau kedua ikan itu, kami beri ke pengepul untuk menjualkan,” katanya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan