Kapolsek Gunung Tabur, AKP Tatok Tri Haryanto mengatakan, pukul 15.20 WITA pihaknya mendapat informasi PS ditemukan warga di RT 08 Kampung Melati Jaya, dalam kondisi sudah meninggal dunia. "Almarhum ditemukan di Jalan Kutai Dermaga Sungai Ulat," kata Tatok Kamis (20/1/2021) sore tadi.
Kurniati, seorang warga menjelaskan, pukul 14.50 WITA dirinya pergi ke dermaga untuk mengambil air, tiba-tiba, timba atau gayung yang diturunkan untuk mengambil air menyangkut dan ternyata itu sosok mayat yang belakangan diketahui adalah PS. Saat ditemukan pertama kali PS dalam keadaan tengkurap dengan wajah berada di dalam air. "Mayatnya tengkurap dan nyangkut di tiang bawah dermaga," kata Kurniati.
Sadar kalau yang disentuhnya adalah mayat, wanita 45 tahun ini langsung memanggil suaminya untuk memastikan kembali ke dermaga. Si suami langsung melihat ke bawah dermaga dan ternyata benar ada mayat yaitu PS yang sudah 2 hari dicari warga Kampung Melati Jaya.
Kurniati dan suaminya menghubungi keluarga PS dan selanjutnya memberitahu petugas Polsek Gunung Tabur, melalui telepon sekira pukul pukul 15.20 WITA tersebut. Jenazah PS langsung dibawa ke puskesmas Merancang Ulu untuk divisum.
Dari informasi yang didapatkan korankaltim.com dari pihak keluarga, PS pernah berkata tujuh hari setelah kematian cucunya kalau dirinya menghilang atau bunuh diri dengan cara apapun tidak usah dicari. “Ikhlaskan saja saya pergi untuk selamanya,” ujar PS saat itu seperti diucapkan keluarganya. "Kalimat yang diucapkan keluarganya, saat kami mintai keterangan," paparnya.
Keluarga almarhum menolak untuk di autopsi. Unit Reskrim Polsek Gunung Tabur membuatkan berita acara dan pihak keluarga meminta PS dimakamkan di pemakaman umum. "Itu hak dari keluarga, kami hanya menjalankan apa yang menjadi tugas kami," tutup Tatok. (*)
Penulis : Indra
Editor: Aspian Nur