Dinkes Berau Gelar Simulasi Vaksinasi Covid-19
2 menit baca330 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Simulasi pemberian vaksin Covid-19 digelar Dinas Kesehatan Berau di Balai Mufakat, Senin (11/1/2021) siang tadi
Ada empat tahap proses vaksinasi yang diperagakan.
Simulasi dimulai dengan masyarakat yang menunjukkan pemberitahuan undangan vaksinasi yang dikirim oleh pemerintah melalui pesan elektronik atau short message service (SMS). Kemudian, verifikasi data disesuaikan dengan aplikasi yang disediakan pemerintah. Lalu dilakukan screening dan observasi kondisi penerima vaksin.
Jika dinyatakan sehat dan memenuhi syarat, penerima vaksinasi wajib menandatangi surat persetujuan vaksinasi, kemudian dilanjutkan ke tahap penyuntikan vaksin. Terakhir, peserta wajib menjalani observasi pasca penyuntikan vaksin.
Simulasi tersebut digelar dalam rangka kesiapan Pemerintah Kabupaten Berau dalam proses vaksinasi nantinya, yang akan dilaksanakan bulan April mendatang.
“Kami hari ini mengadakan simulasi untuk pelaksanaan vaksinasi Cobid-19. Kita sendiri masih mencari bentuk juknis (petunjuk teknis) yang sudah ada. Tapi apakah juknis ada perkembangan selanjutnya, ini masih menunggu,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Iswahyudi.
Yang tidak bisa diberi vaksin Covid-19 ini diantaranya usia dibawah 18 tahun, ibu menyusui, ibu hamil, serta yang bersangkutan sedang sakit. Karena itu, sebelum dilakukan vaksinasi dilakukan skrining berupa interaksi atau wawancara antara warga dan petugas mengenai penyakit yang diderita atau tidak.
"Contohnya, apakah pernah mengalami demam, ISPA, batuk dan sesak 7 hari kebelakang. Mengalami diare dan apakah ada kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi Covid-19. Setelah itu, ketika warga dinyatakan sehat maka akan dilakukan vaksinasi," katanya.
Sementara itu Bupati Berau, Agus Tantomo yang hadir dalam acara tersebut didampingi Sekda Berau, M Gazali berharap bahwa MUI sendiri menyatakan vaksinasi Covid-19 ini suci dan halal.
"Dengan adanya pernyataan MUI ini kami harapkan kampanye negatif, yang menyampaikan vaksinasi ini berbahaya. Oleh karena itu saya berharap program vaksinasi ini berjalan dengan baik, aman, lancar dan sukses di Kabupaten Berau," pintanya.
Sebab kata Agus Tantomo, sudah terlalu lama masyarakat berperang dengan Covid-19, dan korbannya sudah banyak, korban ekonomi dan termasuk yang meninggal dunia.
"Karena itu program vaksinasi ini sangat penting dalam sejarah. Oleh karena itu masyarakat diharapkan mengikuti program tersebut, agar kasus Covid-19 dapat segera diminimalisir di Indonesia, khususnya di Kabupaten Berau,” kata Agus Tantomo. (*)
Penulis : Indra
Editor: Aspian Nur









