“Kami tahun ini ada lima pos pengamanan yang tersebar di Berau,” ujarnya.
Lima pos pengamanan tersebut, yakni Simpang empat KFC Jalan Antasari Tanjung Redeb, Pelabuhan Tanjung Redeb, simpang empat Kilometer 5 Tanjung Redeb, Bandara Kalimarau dan Dermaga Si Dayang Tanjung Batu.
Ops Lilin digelar selama 15 hari. Terhitung mulai hari ini, 21 Desember 2020 sampai 4 Januari 2021. Sasaran utamanya adalah pengamanan ibadah Natal, sedangkan untuk perayaan tahun baru 2021, Andin menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ijin keramaian.
“Kami imbau kepada pengurus gereja agar betul-betul memedomani protokol kesehatan, untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ungkapnya.
“Untuk perayaan tahun baru 2021, kita tidak akan beri ijin keramaian. Apapun bentuknya, kita tidak akan berikan (ijin keramaian),” tambahnya.
Ia berharap, dengan diperketatnya protokol kesehatan, tidak ada kasus baru terkait penyakit yang disebabkan oleh Novel Coronavirus (2019-nCoV) ini.
“Jadi, jangan sampai nanti setelah pelaksanaan Operasi Lilin ini, klaster-klaster baru bermunculan di Kabupaten Berau,” bebernya.
Mengenai antisipasi pengamanan atau apapun yang menyangkut Operasi Lilin termasuk penutupan sejumlah ruas jalan, Ia menyebut akan didiskusikan dalam rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Berau, yang akan dilaksanakan hari ini, Senin (21/12/2020) siang nanti.
“Kami akan bahas bagaimana langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi kerumunan di berbagai tempat. Nantinya, baik dari tingkat kabupaten maupun tingkat kecamatan itu sama. Jadi apabila nanti ada yang berkumpul atau merayakan pergantian tahun baru, kita akan bubarkan itu,” tutupnya.
Penulis : Indra
Editor : Rusdi