Koordinator aksi, Surya Darma menerangkan, dalam aksi kali ini masyarakat menagih janji PLN. Mengingat, pemadaman yang terjadi sangat tidak terjadwal. “Apa yang menjadi kesepakatan saat ini, PLN berjanji Senin (14/8) akan bertemu lagi dan langsung menggelar hearing bersama DPRD Berau. Semoga saja hasil dari hearing tersebut bisa membuahkan hasil yang baik,” terang Surya yang juga merupakan ketua DPD KNPI Berau, kepada Koran Kaltim.
Ia mengatakan masyarakat juga menagih janji Bupati Muharram yang siap memimpin demo ke PLN jika akan dilakukan pemadaman yang tidak terjadwal seperti ini. Namun janji Bupati tersebut, tidak juga kunjung ada realisasinya. “Kami masyarakat Berau tetap menagih janji dari Pak Bupati untuk bisa bersama-sama berdemo di kantor PLN. Karena ini memang janji beliau dan harus ditunjukan ke masyarakat bukti nyatanya,” terangnya.
Kepala Rayon PLN Tanjung Redeb, Teguh mengungkapkan permohonan maaf diucapkan kepada seluruh masyarakat Berau terkait mati lampu yang terjadi di luar jadwal. Itu semua terjadi, dikarenakan adanya salah satu komponen di mesin PLTU Lati yang mengalami kerusakan saat akan dilakukan pemeliharaan terjadwal dari tanggal 8-14 Agustus mendatang. Pemadaman yang tidak terjadwal terjadi, juga dilakukan agar mesin yang lain tetap bisa bertahan nyala dan tidak mengalami kerusakan yang semakin parah. “Kita juga ucapkan terikasih kepada masyarakat yang tergabung di OKP yang sudah berkenan mendatangi kami untuk melakukan koordinasi. Kita akan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik ke depan setelah perawatan yang kita lakukan. Semoga saja, dalam hearing bersama DPRD nanti bisa menghasilkan yang terbaik buat masyarakat,” pungkasnya.(ind)