“Memang ada isu seperti itu. Tapi untuk lebih pastinya nanti kami lakukan dactyloscopy (metode pemeriksaan berbasis data sidik jari),” ujarnya, Rabu (28/10/2020).
Saat ini, pihaknya masih menunggu tim yang diutus untuk menjemput pelaku dari lokasi penangkapan di Kalimantan Tengah (Kalteng). Pasalnya, pelaku dijemput menggunakan jalan darat. Yang menurutnya menempuh waktu perjalanan hingga 28 jam dari Kabupaten Katingan Kalteng, menuju Berau.
“Tapi pasti tim kami yang menjemput itu butuh istirahat juga. Pasti molor dari waktu normal dan jika tidak ada halangan, sore ini sampai di Berau,” ungkapnya.
Selain itu, dirinya juga berharap tidak terjadi kendala saat melakukan pemindahan pelaku. Ditegaskannya akan mengawal kasus ini hingga rampung.
“Tidak boleh ada ruang untuk pelaku kejahatan,” tegasnya.
Sementara itu, untuk perkembangan hasil autopsi belum bisa dikemukakan. Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan untuk pihaknya lebih fokus menunggu kedatangan pelaku. Selain itu juga, hasil autopsi itu akan dicocokkan dengan keterang pelaku.
“Kami tunggu saja dulu pelaku datang. Terus akan kami tanyakan sebenarnya apa motifnya membunuh korban,” katanya.
Penulis : Indra
Editor : Rusdi