"La Nina ini, juga terjadi di Berau dan di perkirakan puncaknya pada November, Desember sampai Januari 2021," ungkap Tekad Sumardi, Rabu (28/10/2020)
Untuk itu, BMKG berharap Pemkab Berau melakukan perbaikan pada sistem pembuangan air atau drainase. Selain itu, masyarakat juga diminta tetap waspada akan adanya bencana Hidrologi seperti banjir, tanah longsor, kemudian angin puting beliung dan gelombang tinggi
"Bencana yang terjadi saat ini adalah Hidrologi seperti banjir. Apalagi, di Berau ini ada banjir rob, yaitu disaat air pasang bersamaan curah hujan yang tinggi," lanjutnya
Bahkan, Berau juga telah memasuki musim pancaroba yaitu peralihan antar dua musim. Yang biasanya, sebelum hujan disertai angin yang cukup kencang.
"Masyarakat pesisir untuk tetap waspada akan adanya gelombang tinggi di laut,"tegasnya.
Disisi lain, Nugroho selaku sekertaris BMKG menambahkan, BMKG memiliki taman dengan peralatan meteorologi yang terletak di belakang kantor BMKG Berau yang berlokasi di Jalan Bandara, Kecamatan Teluk Bayur, Berau.
Dimana, terdapat alat pengukur hujan otomatis dan manual, Evaporimeter untuk mengukur penguapan air, serta pengukur panas matahari setiap jamnya, dan teodolit yang befungsi untuk pengamatan udara.
"Evaporimeter untuk mengukur penguapan air setiap hari dilaporkan pada jam 8 pagi. Dan semua alat yang ada, harus dicek setiap hari untuk memastikan keadaan di udara,"pungkasnya.
Penulis : Indra
Editor : Rusdi