“Pencarian kami lakukan dengan harapan korban dapat ditemukan,” kata Iman.
Pihak keluarga Angkis saat ini tengah mencari pawang buaya untuk dilibatkan karena Angkis diduga kuat diterkam buaya.
“Dari pihak keluarga berkeyakinan Angkis masih hidup, anya disembunyikan mahluk halus berbentuk buaya. Ini kepercayaan mereka. Makanya pihak keluarga meminta proses pencarian tidak dilakukan beramai-ramai,” sebut Iman lagi.
Tetapi, dikatakan Nur Iman, sudah menjadi kewajiban pihaknya dan kepolisian melakukan pencarian semaksimal mungkin.
“Apapun kejadiannya kami tetap hadir membantu. Mencari sesuai prosedur. Silakan saja pihak keluarga ingin mencari dengan caranya. Kami dari pemerintah kampung dan kepolisian juga terus berupaya mencari,” terangnya.
Selain itu tidak bisa melarang masyarakat yang ingin membantu menemukan Angkis karena beberapa hari ke depan bila tidak ditemukan, dikhawatirkan tidak mengapung, tapi tenggelam ke dasar sungai.
“Khawatirnya setelah tenggelam tidak mengapung lagi. Jadi kami mencari seperti bekejar-kejaran dengan waktu,” jelasnya.
Sudah dua kali kejadian warga di kampungnya diterkam buaya. Kejadian pertama pada 2015. Namun korban selamat karena berupaya melawan.
Mengantisipasi kejadian terulang, pihaknya akan memasang tanda khusus di sekitar anak sungai yang dihuni buaya.
Diharapkan masyarakat di kampungnya mewaspadai setiap anak sungai. Apalagi banyak rumah warganya berada di sekitar anak sungai yang juga kerap dilintasi buaya.
Nur Iman juga berpesan agar tidak melulu buaya dikaitkan dengan mistis.
“Sebab buaya predator ganas, akan menyerang manusia jika lapar atau merasa terancam,” tuturnya.
Sementara Kasi Kedaruratan dan Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Askar Husairi mengaku pencarian masih belum membuahkan hasil.
“Belum ada tanda-tanda keberadaan korban. Untuk sementara kami terpaksa menghentikan proses pencarian karena harus memperbaiki mesin yang rusak. Bila sudah bagus kembali lagi mencari. Tapi pencarian tetap dilakukan masyarakat dan kepolisian,” pungkasnya. (*)
Penulis : Indra
Editor: Aspian Nur