Dalam press release Dinkes Berau, SJ (Berau 222), merupakan klaster keluarga kontak erat Berau 199 dengan hasil PCR positif Covid-19. "Iya sebenarnya banyak kasus belakangan ini dari klaster keluarga, bukan hanya istri Bupati saja, hati-hati kalau di dalam keluarga ada yang habis melakukan perjalanan, harus jaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan (protkes)," ucap Iswahyudi malam tadi.
Seperti halnya klaster pertanahan hampir 4-5 orang didominasi oleh klaster keluarga. "Gang jeruk juga klaster keluarga. Jadi pak Bupati ini hampir sama dengan yang lain. Maka dari itu, saat suami positif Covid-19 untuk tidak menganggap sepele hal tersebut, sehingga tidak menerapkan protkes, tidak memakai masker saat di rumah dan berbicara tanpa social distance," sebut Iswahyudi lagi.
Kewaspadaan terhadap keluarga yang terdampak virus harus selalu diperhatikan. "Agar tidak terjadi kasus-kasus baru di dalam klaster keluarga," harapnya.
Saat ditanya terkait kondisi pasien, saat ini istri bupati dirawat di RS Pertamina Balikpapan. "Saya tidak tahu kondisinya persis, yang saya dengar kondisinya sudah membaik. Itu info yang baru saya dapat," kata Iswahyudi.
Pelaku perjalanan atau kontak erat dengan pasien positif Covid-19 harus benar-benar menyerap protkes saat di rumah. "Jangan sampai kita menjadi penular terhadap keluarga, tetap social distance, tidak keluar rumah selama 10-14 hari. Minimal itu dalam keadaan clear (bersih) dan kembali seperti semula baru melakukan aktivitas kembali dengan sekitar," ujarnya.
Sejauh ini pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster keluarga sudah kelima kalinya terjadi di Bumi Batiwakkal. "Baik itu klaster pertahanan, Gang Jeruk dan lainnya," tutup Iswahyudi. (*)
Penulis : Indra Firmansyah
Editor: Aspian Nur