Digaetnya beberapa instansi tersebut agar masyarakat mengetahui tugas pokok dan fungsi dari masing-masing bidang. "Seperti KPU, nantinya bisa menjelaskan teknis pemilihan. Bawaslu bisa dengan pengawasan jalannya pemilihan. Dan Kesbangpol bisa menjelaskan terkait, ketertiban masyarakat dalam menjalankan Pilkada, birokrasi yang harus netral dan bersama menjaga keamanan dalam pesta demokrasi," ungkapnya.
Untuk realisasi program belum dapat dipastikan kapan akan dilaksanakan. Pasalnya, pihak Kesbangpol masih menunggu kucuran dana dari APBD perubahan (APBD-P). "Kalau di APBD-P dianggarkan, otomatis dilaksanakan begitu pun sebaliknya," jelasnya.
Menurutnya, sosialisasi Pilkada merupakan hal yang cukup penting karena ada beberapa edukasi yang diberikan disana khususnya dalam bidang politik. Pertama, agar masyarakat menggunakan hak pilihnya dan tidak golongan putih (golput) di Pilkada Berau 2020. "Tujuannya agar partisipasi masyarakat meningkat. Di tahun ini, Pilkada sempat diundur. Jadi kami ingin sampaikan Pilkada tetap berlanjut di 9 Desember 2020,"sebut Pakila
Hal lainnya adalah Pilkada digelar di masa pandemi Covid-19, sehingga sosialisasi sangat diperlukan agar para pemilih bersedia datang ke tempat pemungutan suara (TPS). "Kalau kegiatannya terealisasi, semoga partisipasi masyarakat bisa meningkat dan dari masing-masing narasumber nantinya bisa memberikan pendidikan politik di bidangnya masing-masing," paparnya.
Lantaran adanya larangan mengumpulkan masa dalam jumlah besar, nantinya kegiatan tersebut bakal dilakukan kepada tokoh-tokoh masyarakat, agama, partai politik (parpol), LSM dan elemen masyarakat lainnya di Bumi Batiwakkal. "Unsur-unsur masyarakat ini, supaya dapat menerjemahkan ke masyarakat umum," pungkas Pakila. (*)
Penulis : Indra
Editor: Aspian Nur