Muharram dalam sambutannya mengimbau warga waspada dan memperhatikan keamanan pangan sebelum dikonsumsi.
Sebab, harus dipahami, ada jenis makanan yang mempunyai zat merugikan sehingga bisa berdampak pada tubuh.
"Namun ada yang terlupa pada diri masyarakat, yakni, jarang melihat kandungan pada produk yang dikonsumsi berhari-hari," terangnya.
Menurutnya, banyak warga Bumi Batiwakkal -sebutan Berau- yang mengidap penyakit ginjal, yang salah satunya dapat disebabkan oleh air yang dikonsumsi.
"Bisa jadi karena air yang dikonsumsi mengandung kapur karena sumber air yang digunakan dari air tanah," terangnya.
Sering ditemukan kasus pasien pengidap ginjal hingga 1-2 ons.
Selain itu, ada sayur mayur dengan menggunakan pupuk kimia atau non-organik.
"Ini juga terkadang kurang melihat kadar penggunaan pupuk, yang penting tanaman subur dan tumbuh," jelasnya.
Dia berharap Organisasi Perangkat Daerah terkait mengkaji lebih dalam seberapa besar kadar kimia yang digunakan oleh petani.
"Misal dalam mengonsumsi beras, sayuran dan lainnya, lebih baik masyarakat mengeluarkan biaya yang lebih besar dengan menggunakan pupuk organik," lanjutnya.
Kini sudah banyak petani menggunakan pupuk organik. Hal ini bakal terus didorong.
Selanjutnya, sosialiasi bakal terus diperkuat mendorong kesehatan pangan.
Selan itu, masyarakat diharapkan agar mengonsumsi makanan yang telah memiliki label halal dan jaminan dari Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM).
Kepala Dinkes Berau, Iswahyudi mengatakan, kegiatan ini diperuntukkan bagi organisasi keperempuanan di Berau, baik PKK, Darma Wanita dan lainnya.
Namun, karena Covid-19, kegiatan ini dibagi menjadi 4 tahap. "Untuk hari ini, PKK dan Darma Wanita yang hadir," tutupnya.
Penulis : Indra
Editor: M.Huldi