Limbah medis juga menjadi permasalahan serius yang dihadapi oleh UPTD Puskesmas Tepian Buah itu.
Kepala Puskemas Muhammad Aras ditemui diruang kerjanya Kamis (30/7/2020) mengatakan, permasalahan yang dihadapi oleh Puskesmas saat ini adalah instalasi limbah medis dan kondisi bangunan.
”Dari sisi fungsi untuk sementara kami tidak dapat maksimal. Selalu was-was menempati beberapa ruangan dan mengantisipasi jatuhnya plafon atau robohnya dinding beton. Karena kerusakannya hampir setengah dari ukuran bangunan, pas-pas di tengah bangunan” ungkapnya.
“Penanganan pasien tetap berjalan seperti biasa, namun tentunya dengan kewaspadaan. Seperti kursi tunggu kita coba pindahkan ke posisi lebih aman guna menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,"tambah Aras.
Menurutnya, Dinas Kesehatan dan Dinas PU Kabupaten Berau pernah datang meninjau. Sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya. "Mungkin anggaran yang belum ada,” jelasnya.
Soal limbah medis, Aras mengakui pengolahannya belum maksimal. Dia berharap pemerintah menyediakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Segah menjadi salah satu yang ditunjuk dan dinilai dalam rangka Program Berau Sehat. Berkaitan dengan Berau Sehat, tentunya ada persyaratan yang harus dipenuhi, salah satu yang paling utama adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA),"tegasnya.
Padahal, kata dia, pembahasan TPA sudah lama sekali, kurang lebih 5 tahun. Telah dibahas Musrembang.
Untuk limbah medis, pihaknya menyediakan sendiri tempat sementara dan menyeleksi berdasarkan jenisnya.
“Harapan kami agar pemerintah daerah dapat menyediakan TPA untuk penanganan limbah keluarga, limbah medis dan limbah lainnya, tentunya dilengkapi dengan perlengkapannya seperti truk pengangkut sampah dan lain-lain,"pungkasnya.
Penulis: Indra
Editor: M.Huldi