Bupati Berau, Muharram mengatakan, acara yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tersebut sebagai upaya kesiapsiagaan ketika Karhutla terjadi di Bumi Batiwakkal -sebutan Berau.
"Iya, paling tidak mereka sudah tidak kaku lagi dan sudah terbiasa melakukan pemadaman," terangnya.
Menurutnya, simulasi tersebut dapat menunjukkan pada masyarakat bahwa pemerintah siap siaga menghadapi musim kemarau.
Kepala BPBD Berau, Tamrin menambahkan, dalam menghadapi musim kemarau, pihaknya telah menyiapkan 12 unit mobil damkar, 12 unit slip on yang tersebar di beberapa kecamatan.
Tamrin merasa terbantu dengan adanya beberapa alat dan jumlah personel saat ini.
"Minimal terbantu, karena sebelumnya tidak ada unit tersebut, dan tahun 2019 dengan kondisi kemarau panjang tapi kita bisa atasi. Dan dengan adanya alat itu tentu akan lebih memudahkan dan memaksimalkan pekerjaan kami," ungkapnya.
Dirinya berharap khususnya pada komunitas Masyarakat Peduli Api (MPA) yang telah dibentuk sejak tahun 2018 lalu di 11 kecamatan, dapat mengaplikasikan simulasi tersebut.
"Seandainya terjadi Karhutla, minimal kita bisa mengatasi dengan baik, Jangan sampai melebar ke hutan. Apalagi seperti hutan lindung dan lain sebagainya," tutupnya.
Penulis : Indra
Editor: M.Huldi