"Kita bisa tahu adanya titik api yang terpantau melalui aplikasi Lancang Kuning. Setelah mendapat titik koordinat, langsung kita hubungi personel terdekat dengan lokasi hotspot, dalam hal ini adalah Bhabinkamtibmas, untuk melakukan pemadaman bersama Babinsa dan Lurah atau Kepala Kampung setempat," kata Kapolres.
Bhabinkamtibmas juga dibekali R2 yang telah dimodifikasi khusus untuk menjangkau lokasi yang tidak dapat dijangkau oleh kendaraan yang ada.
"Apabila api semakin membesar dan tidak dapat dipadamkan oleh personel pemadam, Kabag Ops kemudian menghubungi Polsek Rayonisasi dengan menggunakan R4 yang telah dimodifikasi untuk membantu melakukan pemadaman," lanjutnya.
Dalam simulasi tersebut, diperagakan adegan penyisiran oleh petugas yang menemukan seorang warga yang diduga sebagai pelaku pembakaran hutan dan lahan. Warga itu kemudian diamankan. "Satbinmas juga kita kerahkan untuk melakukan sosialisasi terkait bahaya karhutla dan mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan," bebernya.
Setelah semua kegiatan selesai, Piket Command Center lalu membuat laporan hasil pelaksanaan kegiatan pemadaman titik api (hotspot) karhutla di aplikasi Lancang Kuning.
Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan kegiatan penyerahan kendaraan inventaris Polres berupa mobil dan motor kepada Polsek yang wilayahnya rawan karhutla. "Pelaksanaan TFG dan simulasi penanggulangan karhutla mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19,"pungkasnya.
Penulis : Indra
Editor: M. Huldi