Sejak diselenggarakannya sekolah daring hingga pekan kedua ini, masyarakat Bumi Batiwakkal -sebutan Kabupaten Berau- mengeluhkan jadwal yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Berau.
Pasalnya, kesamaan jadwal pelajaran di masing-masing sekolah dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM) mengakibatkan wali murid harus mengorbankan salah satu anaknya agar tetap mendapatkan pelajaran daring.
Hal ini pun ditanggapi oleh anggota Komisi I DPRD Berau, Hj. Darlena. Pada Senin (20/7/2020), dia mengatakan, pihaknya bakal melakukan evaluasi terhadap sistem daring yang diselenggarakan Disdik Berau.
"Hingga sekarang kami belum ada kordinasi dengan mitra, kalau sebelumnya terkait masalah pelaksanaan sekolah di luar via daring dan PPDB sudah dibahas," ucapnya.
"Iyah kemungkinan, minggu depan kita akan wacanakan rapat," sambungnya lagi.
Saat ini, pihaknya belum bisa berkomentar banyak. Sebab, sistem daring tersebut masih sebagai pengenalan awal bagi peserta didik yang sebelumnya telah menyelesaikan tahapan PPDB.
"Ini kan masih awal penerapan belajar via daring setelah PPDB daring, jadi kita belum mengetahui secara detail terkait keluhan yang dihadapi orang tua siswa," tutupnya.
Penulis : Indra
Editor: M.Huldi