Dirinya merasa kecewa lantaran kurangnya kepekaan perusahaan yang membiarkan karyawannya cuti ke luar daerah.
"Bolehlah cuti tapi harus diperketat. Perlu ada swab baru dilepas keluar, begitupun jika mereka kembali," kata Muharram saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2020).
"Dengan kejadian ini, kita sangat kecolongan, dan saya berharap perusahaan ikut bertanggungjawab walaupun kita tim gugus tidak lepas dari tanggung jawab," tambahnya.
Muharram menjelaskan pada dasarnya perusahaan tambang memiliki Standard Operational Procedure (SOP) tersendiri yang diatur oleh Kementerian ESDM.
Namun, lantaran kejadian ini, Muharram menilai perusahaan tambang tersebut menjadi contoh yang kurang baik dan harus jadi pelajaran buat perusahaan lain.
"Karena ini sudah terjadi saya berharap perusahaan serius melakukan tracing membantu dinas kesehatan terhadap teman-temannya yang kontak dengan pasien positif, termasuk keluarganya," jelasnya.
Dia meminta pendataan secara cepat untuk dilakukan isolasi dan pemeriksaan. Sekedar informasi, saat ini tercatat sudah tiga kasus positif Covid-19 dari salah satu perusahaan tambang di Berau. Pasien merupakan pelaku perjalanan dari Yogyakarta dan Makassar.
Penulis : Indra
Editor: M.Huldi