Selain itu, Komisi I ingin tahu soal PPDB dengan sistem daring. "Yang menjadi pertanyaan, apakah PPDB secara online tersebut rata di setiap kecamatan atau hanya kecamatan terdekat saja yang memiliki jaringan internet," katanya.
Dewan juga meminta agar Dinas Pendidikan bisa memberikan fasilitas pendidikan yang sama rata dari kota sampai ke pelosok.
Saat ini, kata dia, ada empat kategori PPDB, zonasi dengan angka 50 Persen, afirmasi 15 persen, pindahan 5 persen dan prestasi 30 persen.
"Dengan demikian, anak-anak berprestasi yang ada di wilayah pelosok, seperti Kecamatan Segah, Kelay dan Biduk-Biduk, akan sulit masuk ke sekolah unggulan,"tegasnya.
"Alangkah baiknya, Disdik bisa petakan di masing-masing kecamatan berapa anak didik berprestasi secara otomatis bisa masuk ke sekolah unggulan. Agar mereka bisa bersaing mendapatkan pendidikan yang diharapkan,"harapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Berau, Murjani mengaku akan menindaklanjuti saran dewan.
Kata dia, PPDB saat ini sudah berjalan. Ada 22 Sekolah Dasar dan 20 Sekolah Menengah Pertama di empat kecamatan terdekat yaitu Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur dan Teluk Bayur yang menggunakan sistem daring.
Sedangkan daerah jauh yang tidak memiliki jaringan internet, PPDB-nya dilaksanakan secara manual. Namun, tetap mengikuti protokol kesehatan.
Terkait pemerataan sekolah unggulan, Disdik akan berusaha meningkatkan fasilitas sekolah, SDM guru dan prasarana lainnya.
"Kita akan coba, namun tetap melihat kondisi di lapangan terkait ketersediaan guru pengajar dan kondisi sekolahnya,"pungkasnya.
Penuli : Indra
Editor: M.Huldi