Untuk RS darurat, polanya 1 tenaga medis bisa menangani 10 pasien. Sebab, yang ditangani merupakan pasien ODP dan PDP. Sedangkan di RSUD dr Abdul Rivai, 1 tenaga medis menangani 4 pasien.
"Dengan penambahan kasus ini, daerah juga ada keinginan menambah tenaga medis, namun masih menunggu perkembangan,"ungkap Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi, Jumat (8/5/2020).
"Yang pasti, kita berusaha dengan keterbatasan tenaga medis ini, tetap bisa memberikan pelayanan terbaik ke para pasien Covid-19 agar bisa sembuh semua,"tambahnya.
Dia menambahkan, saat ini, masih ada 28 sampel yang berada di BBLK Surabaya yaitu lima sampel swab kontrol, selebihnya sampel baru yang hasilnya belum keluar.
"Kita masih menunggu 28 sampel lagi, dan bukan dari pasien klaster Gowa. Tapi, pelaku perjalanan dari daerah berisiko tinggi karena sebagian swab kontrol dari pasien positif. Sedangkan untuk sampel klaster Gowa semuanya sudah di Berau sejak 21 April lalu," jelas Iswahyudi.
Dia menambahkan, jumlah ruangan isolasi bagi pasien positif, sejauh ini masih mencukupi. Jika terjadi lonjakan pasien, pihaknya akan memanfaatkan Ruang Dahlia di RSUD dr Abdul Rivai.
"Jangka pendeknya Ruang Dahlia di RSUD Abdul Rivai yang akan kita gunakan. Tapi jika pasien terus bertambah, ada kemungkinan juga kami mendirikan tenda. Itu kalau tidak ada ruangan lain,"katanya.
Iswahyudi meminta masyarakat tidak menganggap remeh situasi saat ini. Ia mengimbau masyarakat agar tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak.
"Gunakan masker dan juga sering mencuci tangan. Hindari jarak kontak minimal 1 meter agar mencegah penularan virus. Intinya, selalu berada di rumah,"pungkasnya.
Penulis : Indra
Editor: M.Huldi