“Tentu saja akan berdampak pada kerangka Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2020 nanti. Itupun kalau memang masih ada sisa anggarannya," ungkap Muharram, Minggu (3/5/2020).
Bisa dipastikan APBD Perubahan 2020 akan terjadi penurunan bahkan nyaris tidak ada. Mengingat sampai saat ini belum dapat ditentukan besaran penurunan yang terjadi.
Hanya saja dari hitungan kasar yang sudah dilakukan pihaknnya, terjadi penurunan anggaran sekitar Rp500 miliar. "Melihat situasi yang terjadi saat ini target penerimaan APBD tahun 2020 sebesar Rp2,4 triliun bahkan tidak akan tercapai," ucapnya.
"Bankeu dipangkas, kemudian transfer dari pusat ke daerah juga dipangkas, bagi hasil juga sama. Kalau ditotal, ada sekitar Rp500 miliar. Kemungkinan tahun ini hanya sampai Rp1,8 triliun. Itu pun sudah berat sekali," sambungnya.
Khusus untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga akan mengalami pengurangan cukup besar yakni dari pajak hotel dan restoran. Sebab sudah dua bulan Pemkab Berau melakukan pembatasan kunjungan hingga berdampak menurunnya okupansi hotel dan kunjungan wisatawan.
Apalagi saat ini sudah ada beberapa hotel yang melakukan efisiensi dengan merumahkan karyawan selama pandemi belum berahir.
"PAD kita setiap tahun bisa mencapai Rp200 miliar. Jadi kalau tidak ada pemasukan dari tamu yang datang, otomatis mereka tidak menyetor pajak," pungkasnya.
Penulis: Indra
Editor: Hendra