Salah satu pengurus PMI di Bidang Penanggulangan Bencana, Yudhi Rizal menyampaikan, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian pihaknya karena wilayah tersebut telah ditemukan satu kasus Positif Covid-19. Dan saat ini yang bersangkutan sudah berada di ruang isolasi RSUD Abdul Rivai, Tanung Redeb. Sedangkan untuk anggota keluarganya saat ini dikarantina di Hotel Cantika.
"Ini bentuk kepedulian PMI, kami juga melakukan edukasi dan promosi kebersihan melalui pengeras suara dan pembangian brosur. Dan dalam kegiatan saat ini, sebanyak 80 rumah dan lapak disemprot disinfektan,” katanya.
Terpisah, Ketua PMI Berau H Agus Tantomo menghimbau agar masyarakat selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir, serta berdiam diri di rumah untuk sementara waktu. “Itu sebagai upaya kita untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona di Kabupaten Berau,” Jelasnya.
Ia juga berpesan jika ada tetangga kita yang positif, agar jangan dikucilkan. Warga juga tidak perlu panik dan takut. Malah harus dibantu ketika mereka dikarantina, tetapi dengan memakai APD minimal masker dan sarung tangan dan memberikan semangat.
“Masyarakat juga harus pro aktif melaporkan diri ke puskesmas atau rumah sakit apabila kurang sehat, khususnya gangguan saluran pernafasan seperti batuk atau pilek,” tutur Agus.
Ketua RT 8 Trans Bangun Andi Ahmad Afandi membenarkan saat ini yang bersangkutan sudah menjalani perawatan intensif di ruang isolasi. Ia pun sempat mengucapankan terima kasih atas kepedulian PMI yang sigap langsung melakukan penyemprotan.
“Terima kasih, dengan begini warga juga tidak akan was-was, karena sudah mendapat penjelasan,”ujarnya.
Dilain pihak, Ketua Pasar Senja Trans Bangun mengungkapkan bahwa sebenarnya banyak masyarakat yang ragu dan was-was dengan adanya kabar bahwa istri penderita memiliki lapak jualan, padahal tidak punya. Menurutnya, info semacam ini janganlah langsung dipercaya, ini yang akan membuat masyarakat takut.
"Kabar ini tidak benar, jangan takut. Bahkan lapak juga sudah dilakukan penyemprotan disinfektan, termasuk kami pengelola menyediakan sarana cuci tangan untuk menjaga kebersihan,” ungkapnya.
Penyemprotan cairan disinfektan oleh PMI menyasar ke 100 Kepala Keluarga dengan jumlah 80 tempat tinggal masyarakat. Selain fokus kepada rumah warga, PMI juga melakukan penyemprotan di tempat ibadah umat Kristen dan Islam, TPA dan PAUD serta Puskesmas dan posyandu dan lapak jualan pedagang di Pasar Senja Trans Bangun. (adv)