Kepulangan Puluhan Pelajar Berau Asal Jawa Terkatung-katung Akibat Pembatasan Akses
1 menit baca2.646 kali dibaca
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB- Nasib puluhan mahasiswa, pelajar dan santri Berau yang menuntut ilmu di Pulau Jawa terkatung-katung.
Adanya pembatasan wilayah yang ditetapkan oleh Pemkab Berau membuat aktivitas Penerbangan di Bandara Kalimarau berhenti.
Ini berdampak dengan kepulangan puluhan pelajar Berau dari Pulau Jawa yang saat ini sudah memasuki masa liburan dan harus kembali ke kampung halaman.
Bantian, salah satu orang tua pelajar mengungkapkan, semestinya ketika pemerintah mengambil kebijakan pembatasan tersebut harus dibarengi dengan solusi bagi mereka yang sudah terlanjur membeli tiket kepulangan.
"Kami selaku orang tu hanya menginginkan adanya bantuan Pemda agar segera di re-fund tiket yang sudah dibeli sehingga mereka yang tertahan di Bandara Balikpapan dapat mengambil solusi lain bisa lewat darat,"tegas Bastian.
Hal sama dialami rombongan kepulangan santri yang sudah terjadwal. Akibatnya, para wali santri di Berau sepakat berinisiatif melakukan penjemputan ke bandara Balikpapan denganurunan biaya untuk penjemputan. Meskipun, harus melewati tahapan prosedur yang berlaku sejak penaganan covid-19.
"Jika melihat daerah lain, setiap pelajar yang pulang dari daerah luar Kalimantan, dijemput dengan menggunakan fasilitas daerah dan langsung dibawa ke lokasi karantina. Beda dengan anak-anak kami, seakan dibiarkan saja tanpa melewati prosedur dalam penganan Covid-19,"tegas Bastian, Sabtu (11/4/2020) mewakili puluhan orang tua pelajar di Berau.
Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi yang dihubungi media ini mengungkapkan, dirinya juga baru mendapat informasi hal ini dari pemerintah provinsi, kemarin.
Lalu, ada infomasi juga baru diterimanya hari ini ada puluhan santri Berau yang akan datang dan tiba di Bandara Balikpapan, Minggu (12/4/2020).
Kata dia, pemerintah daerah sama sekali tidak pernah mendapat pemberitahuan dari orang tua pelajar. "Jika kami diberitahu sejak awal, pasti akan difasilitasi sesuai prosedur yang ditetapkan daerah di dalam menangani Covid-19 ini. Namun, kita akan tetap mencari solusi terbaik,"pungkasnya.
Penulis : indra
Editor: M.Huldi









