Menurut Iswahyudi, peserta asal Berau yang mengikuti ijtima ulama di Gowa masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG).
"Artinya orang tersebut harus melakukan karantina secara pribadi di rumah masing-masing sembari meningkatkan imunitas mencegah datangnya penyakit," kata Iswahyudi.
Saat ini, dinkes terus melakukan pengumpulan data melalui surveilans serta melibatkan bantuan TNI- Polri. "Kami buat daftar dari orang-orang yang sendirinya melapor lalu kita kembangkan dengan menanyakan dia berangkat dengan siapa saja," tuturnya.
"Perlu dipahami ini bukan aib yang harus kita sembunyikan atau pelaku kejahatan, tapi ini langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran virus corona. Apalagi mereka dikategorikan pelaku perjalanan resiko rendah," jelasnya.
Ia pun berharap peserta Ijtima ulama asal Berau membantu petugas dengan melaporkan dirinya masing-masing.
Sebelumnya, Bupati H Muharram juga berharap masyarakat Berau yang mengikuti kegiatan Ijtima ulama di Kabupaten Gowa bisa kooperatif.
Menurutnya, warga yang berangkat memiliki amir atau pemimpin yang punya data dan list ulama yang berangkat. "Kita sudah instruksikan dari gugus untuk melakukan pemantauan kepada mereka yang hadiri acara ijtima ulama di Gowa, karena kalau ada yang terjangkit bukan hanya mereka yang sakit tetapi juga keluarga dan masyarakat sekitarnya," pungkasnya.
Penulis : Indra
Editor: M.Huldi