“Nggak mungkin kita pindah ke kolam semua, nggak cukup. Pernah saya coba tapi nggak cocok juga kalau di kolam. Saya berharap ada solusi dari pemerintah daerah untuk mencari titik penyebab perubahan air yang membuat ikan-ikan mati,"tegasnya.
Menanggapi perubahan air Sungai Segah yang terjadi sejak Pagi Jumat (3/01/2020), Bupati Berau H Muharram secara tegas mengatakan, penyebab utama adalah aktivitas dari Perusahaan Kepala Sawit PT Hutan Hijau Mas (HHM).
Sebab, berdasarkan hasil uji lab yang dilakukan pemerintah, membuktikan jika semuanya positif campuran limbah dan pupuk perusahaan sawit yang langsung mengarah ke Sungai Segah.
"Saat ini pihak perusahaan telah mengikuti apa yang menjadi anjuran kita yaitu dengan memberikan ganti rugi ke mayarakat sekitar dengan dana CSR,"tegas Muharram.
Lanjutnya, perusahaan sepertinya tidak sepenuhnya ingin disalahkan sendirian. Mereka juga akan menurunkan tim untuk menguji pencemaran tersebut
"Kita persilahkan, mereka dengan jalurnya, pemerintah dengan jalurnya. Dan Pemkab Berau juga sudah menyampaikan hal tersebut ke Menteri lingkungan Hidup dan tinggal menunggu proses saja,"tegasnya
Untuk sanksi, kata dia, sebenarnya sudah diberikan, tapi tidak sampai ditutup."Kita tidak akan menutup, karena ribuan masyarakat Berau yang bekerja di sana. Hanya kita kasih dua opsi kemarin, ingin mengganti rugi atau ke jalur hukum dan ternyata mereka memilih ganti rugi,"pungkasnya.
Penulis: Indra
Editor: M. Huldi