Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, Tekad Sumardi menyebutkan, munculnya puting beliung di wilayah Kabupaten Berau disebabkan beberapa faktor. Hal ini bermula saat kemarau yang membuat curah hujan cukup rendah di beberapa bulan terakhir.
“Hujan yang jarang terjadi kelembaban udara rendah, kecepatan angin tinggi membuat rentan terjadinya Karhutla. Selain itu pada bulan Oktober dan November ini terjadi peralihan musim yang ditandai perubahan arah angin dari barat daya dan kondisi seperti biasanya disertai angin puting beliung, petir dan hujan yang cukup lebat,” ungkap Tekad.
Tekat mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap angin kencang dan puting beliung yang muncul bersamaan dengan timbulnya awan Cumulonimbus (CB). Daerah Berau dan sekitarnya, diprediksi terjadi antara sore hari menjelang malam.
“Buat masyarakat yang ingin beraktivitas di perairan juga lebih waspada terhadap angina kencang dan gelombang tinggi. Selain itu, jika muncul awan CB segera menjauhi tanah lapang dan jangan berteduh di bawah pohon,” tutupnya.
Penulis: Indra
Editor: M. Huldi