Kedatangan Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Berau tersebut guna menuntut agar DPRD Berau menyatakan sikap untuk menolak serta mendesak pemerintah untuk membatalkan revisi UU KPK yang dianggap berpotensi melemahkan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Aksi juga menolak RKUHP, serta mengutuk keras penembakan aktivis mahasiswa UHO Kendari.
"Kami turun kesini, murni tidak ada yang menunggangi. Karena kami memang ditunggangi oleh masyarakat untuk berjuang memperbaiki negara ini yang sudah tidak baik lagi. Pertahankan demokrasi, panjang imur perjuangan,"teriak Riski Ketua HMI Berau yang juga sebagai Korlap aksi.
Massa disambut Ketua DPRD Berau, Madripani beserta 9 anggota DPRD Berau. Mereka sepakat untuk membuat pernyataan sikap sebanyak enam poin.
Salah satu poin adalah menolak serta mendesak pemerintah untuk membatalkan revisi UU KPK yang baru saja disahkan yang berpotensi melemahkan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Unjuk rasa berlangsung tertib dan damai. Usai aksi, mahasiswa, anggota DPRD Berau beserta ratusan aparat kepolisian dan TNI terlihat saling bersalaman.
Penulis: Indra
Editor: M. Huldi