"Perlu diketahui semua, APMB turun ke jalan saat ini, tidak ada sama sekali ditunggangi politik. Namun, murni menyuarakan kondisi kebangsaan dan mengajak masyarakat dan Pemkab Berau bisa secara bersama-sama menolak segala aturan dan undang-undang yang melemahkan demokrasi,"tegasnya.
Edwar, Korlap APMB juga menyampaikan kekecewaan terhadap beberapa kejadian yang ada di Berau. Seperti kepentingan yang terorganisir yang mengakibatkan Karhutla, permasalahan kelangkaan BBM dan lainnya.
"Kami meminta adanya keterbukaan di dalam penanganan BBM yang katanya ada penertiban di SPBU, akan tetapi masih saja banyak pengetap,"tegasnya.
Agus Tantomo di hadapan mahasiswa menegaskan dukungannya terhadap aksi ini. Dia meminta mahasiswa menuangkan secara tertulis isi tuntutan terkait kondisi nasional.
Terkait karhutla, lanjut dia, semua elemen sudah bergerak untuk memadamkan api. Namun, ini bukan persoalan yang sepele karena luas lahan yang terbakar sangat besar.
"Pemerintah juga berharap, adik-adik mahasiswa bisa turun bersama memadamkan api. Percuma saja berteriak-teriak namun tidak menangani kebakaran lahan,"tegasnya.
Usai memberikan pernyataan sikap tertulis dan diterima Wabup, massa kemudian menuju DPRD Berau.
Penulis: */Indra
Editor: M. Huldi