Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar, Albina, Rabu kemarin (4/9/2019).
Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Kubar, Canisius Junaedi mengungkapkan, hasil monitoring terdapat 147 hotspot yang terdeteksi di Kubar sepanjang Februari-Agustus lalu. Dari cek lapangan, terdapat 49 titik api yang sudah ditangani, dua titik panas dari perusahaan yang beroperasi dan sisanya merupakan titik panas yang terdeteksi akibat penguapan akibat kemarau.
“Untuk jumlah kebakaran yang terjadi di Kubar sendiri masih sangat rendah. Kabut asap tersebut mungkin saja dampak dari provinsi lain. Apalagi dua bulan terakhir ini sepertinya memang puncak dari musim kemarau tahun ini. Sebab bukan hanya di daerah Kubar, bahkan hampir seluruh provinsi di Kalimantan terjadi kebakaran,” tambah Albina.
Sementara Dinas Kesehatan Kubar terus memantau dan berkoordinasi dengan OPD lain terkait kabut asap ini. Petugas di 16 kecaatan juga gencar melakukan imbauan agar masyarakat khususnya anak-anak terhindari dari serangan ISPA.
“Belum ada pembagian masker untuk masyarakat karena belum ada laporan bahwa kabut asap ini dalam keadaan yang membahayakan” kata Sekretaris Dinkes Kubar, Barnabas. (*)
Penulis : */M Yasin Handayan
Editor : Hendra