Budidaya Tanaman Doyo, Bahan Baku Kain Tenun
1 menit baca5.391 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kutai Barat bekerja sama dengan Fakultas Pertanian IPB membudidayakan tanaman Doyo.
Tanaman Doyo merupakan tumbuhan alami yang nanti serat daunnya diolah dan digunakan sebagai benang sebagai bahan baku kerajinan tradisional tenun Doyo.
“Kerja sama ini sudah sejak dua tahun lalu dan sekarang kita presentasikan hasil penelitiannya. Meliputi perbanyakan konvensional dan bioteknologi, penanaman, budidaya dan peningkatan tanaman Doyo. Serta mendampingi BP3D dalam melakukan konservasi tanaman doyo ini,” kata Ketua Pendamping Ahli Bioteknologi Tanaman, Ni Made Arnini Wiendi.
Sementara, Dewan Kerajinan Tradisional Daerah (Dekranasda) Kubar, Yuyun Diah menerangkan, tanaman Doyo banyak ditemui di daerah Tanjung Isuy, Kecamatan Jempang.
Dan kerjasama ini, lanjutnya, juga lebih fokus dalam budidaya pengembangan tanaman khas Kubar. Sehingga kedepannya bahan baku ini bisa diperoleh lebih banyak.
“Kerjasama ini juga sangat penting dalam pengembangan budidaya tanaman Doyo sehingga nantinya dapat memenuhi bahan untuk persyaratan paten indikasi geografis salah satu potensi dan ciri khas daerah Kutai Barat,” tambahnya.
Budidaya tanaman doyo ini juga sudah disosialisasikan kepada masyarakat dan juga telah dilakukan berbagai penyuluhan kepada para petani, khususnya dalam membuat lahan hingga tanaman berumur 6 bulan.
Diharapkan kedepannya, tanaman yang dibudayakan dengan cara demplot bisa menghasilkan serat yang kuat dan baik walaupun tidak seperti serat yang dihasilkan oleh daun tanaman doyo yang tumbuh secara alami. (*)
Penulis : */M Yasin Handayan
Editor : Hendra










