APMS Melak Direnovasi, Warga Kubar Kesulitan BBM
1 menit baca989 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Kutai Barat langka sepekan ini. Bahkan harga yang dijual di pedagang eceran mengalami kenaikan walau juga tetap sulit didapat.
Hampir semua pedagang kecil yang di pinggir jalan tidak terlihat menjual BBM jenis Premium, Pertalite maupun Pertamax.
“Karena saya tidak tahan untuk antre di SPBU, biasanya saya hanya membeli bensin di eceran. Namun hampir semua tempat terlihat kosong dan kalaupun ada harganya cukup tinggi, bahkan sampai 10 ribu per liternya untuk jenis bensin,” kata warga Barong Tongkok, Maria, Rabu kemarin (7/8/2019).
Saat media ini mencoba konfirmasi ke SPBU Ngenyan yang jadi tempat pendistribusian BBM, diketahui pasokan yang dikirim masih tetap sama dengan kuota sebelumnya. Namun jumlah konsumen meningkat drastis. Bahkan hanya berselang dua jam saja sudah habis.
“Karena APMS yang berada di Melak sedang tahap renovasi maka hampir semua orang datang ke sini untuk bisa mendapatkan BBM. Apalagi beberapa APMS yang ada di Kutai Barat pun tidak selalu buka setiap hari. Padahal stok kita juga terbatas dan sama setiap harinya,” kata petugas SPBU Ngenyan, Johan.
Untuk itu, sejumlah LSM mengharapkan pemerintah mencari cara agar permasalahan ini bisa segera teratasi. Terlebih lagi mencegah indikasi adanya penimbunan atau pengalihan BBM ke daerah lain. Sehingga warga tidak dihadapkan pada kesulitan dan melonjaknya harga BBM.
“Terlebih bila adanya indikasi, ada kegiatan penimbunan ataupun pengalihan yang menyebabkan ketersediaan BBM untuk masyarakat berkurang,” kata salah satu anggota LSM, Alfian.
Permasalahan ini mengundang polemik akan hadirnya ratusan pengetap bensin yang disebut sebagai penyebab terjadinya kelangkaan bensin. Sedangkan jumlah SPBU dan kuota BBM untuk Kubar masih dirasa kurang mencukupi. (*)
Penulis : */Handayan
Editor : Hendra










