Dalam aksi kali ini juga, buruh membawa anak dan istrinya sempat berorasi di depan Kantor Bupati Berau. Sejumlah spanduk dan karton bertuliskan kata-kata bernada keras diusung. Seperti spanduk dengan tulisan "Akan Kami Lawan semua Penghianat Buruh Dan Penghianat Rakyat". Ada juga yang menulis "sadis memang sadis, kami yang memilihmu tapi kau memilih mereka".
"Kami tidak akan diam sampai disini saja, aksi akan berlangsung hingga tuntutan kami bisa diterima sehingga pemerintah dan perusahaan bisa tahu betapa menderitanya kami ini tidak punya kerjaan berbulan-bulan,"tergasnya.
Kabid Perda Satpol PP Berau Mustafa yang menerima perwakilan buruh mengungkapkan, pihaknya hanya menegakan Perda. Tenda dan peralatan buruh yang berdiri di atas aset daerah pasti ditertibkan.
"Kita ada menyepakati dua poin, pertama buruh wajib membikin surat pernyataan untuk tidak mendirikan tenda dan lainnya. Kedua, pihak buruh juga akan mencabut laporan polisinya, jika surat perjanjian kedua belah pihak telah terjadi, apa yang kami sita kemarin akan kami kembalikan. Dengan catatan, jangan ada lagi tenda dan lainya di aset daerah," pungkasnya.
Penulis : Indra
Editor : M.Huldi