Menanggapi matinya satwa dilindungi negara tersebut, Kapolsek Pulau Derawan Iptu Kokoh Djumarko mengaku penyu tersebut ditemukan oleh petugas Polsek Tanjung Batu Bersama Kapospol Derawan sejak Jumat pekan lalu sekira pukul 14.30 WITA.
Saat itu petugas melakukan pemantauan aktivitas pengamanan pengunjung wisata di dermaga tersebut. “Saat itu saya lagi patroli membantu Kapospol Derawan, kemudian saya melihat ada penyu tersangkut di dermaga. Saya kira hidup, begitu saya tarik ternyata sudah mati dengan luka di punggung. Kemudian penyu itu diserahkan ke petugas konservasi,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, penyebab luka tersebut bukan karena sengaja dilakukan oleh oknum warga atau nelayan, melainkan karena terkena baling-baling kapal yang beraktivitas di perairan derawan. Sebab, lanjut Kokoh, saat itu aktivitas pengunjung pulau derawan menggunakan speedboat cukup tinggi.
“Jenis penyu hijau (chelonia mydas, red.) berkelamin betina. Ada tiga titik luka yang menjadi penyebab penyu itu mati,” terangnya.
Di Pulau Derawan memang banyak penyu yang sering muncul di permukaan air. Diduga saat muncul itulah tanpa sengaja tertabrak dan terkena baling-baling mesin speedboat atau kapal. Dan hal ini kali kedua penyu mati ditemukan di Pulau Derawan.
“Penyu ini dilindungi karena terancam punah, kita juga berharap kepada masyarakat untuk tidak menyakiti atau membunuh penyu,”pungkasnya. (*)
Penulis : */Indra
Editor : Hendra