Salah satu warga bernama Yusrin mendatangi Jihan untuk memastikan kondisinya. Saat menghampiri anak malang tersebut, Yusrin melihat korban sudah tergantung dari depan pintu rumah.
“Sekitar jam 6 anak korban Jihan menangis di depan rumah, kemudian anak tetangga korban M Yusrin datang untuk melihat dari depan pintu dan melihat korban sudah tergantung,” kata Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono didampingin Paur Subbag Humas Polres Berau IPDA Lisinius.
Melihat korban sudah tergantung, Yusrin bergegas pulang ke rumahnya dan mengadukan apa yang ia saksikan terhadap bapaknya, Zainal Arifin. Lalu Zainal Arifin pun langsung mendatangi rumah korban dan melihat korban sudah tergantung di ruang tamu rumah korban.
“Yusrin pulang ke rumah dan menyampaikan kepada bapaknya bahwasanya melihat korban gantung diri di rumah,” ungkap Lisinius, kepada Koran Kaltim.
Sudah memastikan kejadian tersebut, Zainal Arifin pun mendatangi Ketua RT 05 Kampung Pantai Harapan, Abdil Manaf dan kemudian diteruskan dengan melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Biduk-Biduk.
“Setelah mendapat laporan tersebut, Polsek Biduk-Biduk langsung mendatangi TKP, mengamankan barang bukti dan membawa korban ke Puskesmas Biduk-Biduk untuk dilakukan visum, serta mendata saksi-saksi. Setelah dilakukan visum korban dibawa menuju Tanjung Redeb dengan menggunakan ambulance untuk dikebumikan di tempat orang tua korban,” terangnya.
Sejauh ini penyidik masih mengungkap penyebab korban melakukan hal nekat tersebut. penyidik saat ini sedang melakukan pendalaman dari keterangan para saksi. “Kita tunggu saja hasil pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya. (ind)