“Sebagian pengungsi sudah mulai bekerja guna membiayai kehidupan keluarganya. Ada yang menjadi nelayan bagan, ada ikut memancing, ada juga yang jadi buruh harian mengerjakan proyek yang ada di kampung,” terang Syafri.
Menurut Camat, beberapa pengungsi kini tengah mengurus administrasi kependudukan mereka untuk menetap di Berau. “Mereka difasilitasi aparat kampung untuk kepengurusan administrasinya di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Karena biaya pengurusan administrasinya juga gratis,” jelasnya.
Camat mengatakan, kemungkinan pengungsi ke Biduk-Biduk akan bertambah. “Karena biasanya, kalau ada kapal datang dari Toli-Toli, biasanya ada saja pengungsi yang datang menumpang kapal tersebut,” ungkapnya.
Sementara untuk anak-anak pengungsi, pihaknya juga turut memfasilitasi agar mereka bisa tetap bersekolah. Bahkan pihaknya turut membantu menyediakan perlengkapan sekolah kepada para pelajar yang menjadi korban bencana di Sulteng tersebut.
“Bantuan juga banyak datang dari kepedulian masyarakat Biduk-Biduk dan kecamatan sekitarnya, yang dikumpul di posko bantuan di Polsek Biduk-Biduk,” pungkasnya. (ind)