Diungkapkan Rudianto, Karang Taruna kampungnya akan membangun bidang olahraga, terutama bola voli dan bola sepak. “Di bidang olahraga sudah terbukti pemuda kampung kami ini dengan nama Grup Tunas Muda menjadi juara I dalam KNPI Cup beberapa waktu lalu di Kampung Linggang Amer,” urainya.
Rudianto mengakui memang ada sejumlah kendala dalam membangun kepemudaan. Seperti kendala waktu di mana pemuda banyak yang punya pekerjaan. “Tetapi untuk pengembangan pemuda pada bidang olahraga, cukup baik. Di antara senggang waktu mereka bisa berkumpul dan berlatih. Selanjutnya kami juga akan kerahkan pemuda berlatih dalam olahraga bela diri pencak silat,” ucapnya.
Untuk menguatkan rasa kebersamaan dan gotong-royong, karang taruna di bawah kepemimpinannya di Kampung Bangun Sari dalam waktu dekat berencana mengembangkan bidang pertanian.
“Kami berencana akan membuka lahan pertanian di persawahan Rapak Oros, Linggang Amer. Yaitu lahan seluas dua hektare dengan sistim pinjam pakai. Lahan itu oleh pemuda karang taruna akan ditanami jagung. Cara kerjanya gotong-royong pemuda , dan hasilnya untuk kemandirian pemuda di bidang olahraga. Bahkan hasilnya nanti sebagian masuk ke kas karang taruna,” ungkapnya.
Rudianto juga menambahkan, kerja Karang Taruna Kampung Bangun Sari telah terbukti. Hasil pertunjukan kesenian pemuda kampung itu telah menghasilkan anggaran lumayan besar yakni, Rp 30 juta.
“Hasil show itu kami kembangkan untuk menambah alat kesenian pemuda, sisanya masuk kas karang taruna. Ke depan kami punya program, melalui musrembang rencana ingin membuat website (laman) usaha ekonomi produktif . Yaitu usaha pencucian motor dan bengkel tambal ban,” tandasnya. (imr)