“Untuk mengejar ketertinggalan 10 persen warga yang belum merekam data untuk KTP-e, maka Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dusdukcapil) Kubar ‘jemput bola’ ke kampung se-Kubar,” jelas Kepala Disdukcapil Kubar, Jahariah kepada Koran Kaltim di ruang kerjanya, Selasa (9/10).
Dituturkan Jahariah, jemput bola ke kampung-kampung oleh Disdukcapil tersebut demi memudahkan masyarakat. Tim Disdukcapil langsung melakukan perekaman KTP-el ke setiap kampung dengan mengirimkan 3-4 personel petugas setiap hari ke setiap kampung.
“Kampung yang telah melakukan perekaman data KTP-el pada Agustus lalu yaitu Muara Mujan, Abit, Muara Gusik, Penawai, Jengan Danum, Gunung Bayang. Ssedangkan pada September yakni Kampung Intu Lingau, Lambing, Sambung, Muhur, Besiq, Pulau Lanting dan Kampung Kelian Dalam,” bebernya.
“Disdukcapil berharap sisa 10 persen itu akan selesai sebelum pelaksanaan pemilu 2019. Hal itu juga merupakan instruksi bupati agar masyarakat wajib KTP-el se-Kubar dapat tuntas melakukan perekaman data pada tahun ini,” urainya.
Jahariah menyimpulkan bahwa dari 10 persen penduduk tersebut yang sudah merekam data dan telah menerima KTP-el, sudah mencapai 24 ribu jiwa lebih. Dia tidak memungkiri jika selama ini ada kendala pada jaringan internet sehingga masyarakat Kubar sedikit terlambat dalam perekaman data.
“Problem yang dihadapi Kubar dalam adalah rekam data penduduk sering tidak terkoneksi dengan server di Kemendagri. Sehingga perlu dilakukan konfirmasi berulang, termasuk pengiriman data penduduk,” ucapnya.
“Sering kami menanyakan berkas perekaman yang sudah dikirim, ternyata di pusat belum diterima, harus dikirim ulang. Pencetakan KTP-el harus menunggu konfirmasi pusat,” pungkasnya. (imr)