Rasa kebersamaan pun terlihat dari kegiatan ini yang membuat Bupati Berau, H Muharram merasa bangga. "Luar biasa, itu yang bisa saya ucapkan dalam pawai budaya saat ini. Selain untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan, juga sebagai sarana melestarikan kebudayaan nusantara yang ada. Dinamakan pawai budaya, sebab pesertanya pun mayoritas menggunakan pakaian adat dan menampilkan kesenian nusantara dan hanya punya waktu satu minggu untuk persiapan," ungkap Muharram.
Pawai dimulai pukul 08.00 WITA melintasi Jalan APT Pranoto, Jalan SA Maulana, Jenderal Sudirman, Tendean, Ahmad Yani, P Antasari, Pemuda dan finish di halaman Lapangan Graha Pemuda Tanjung Redeb.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau H Mappasikra menyatakan, pawai budaya diikuti kelompok paguyuban se-Berau. Bahkan setiap kelompok paguyuban menampilkan kesenian masing-masing di sepanjang jalan yang dilintasi. “Yang pastinya kita inginkan kedepan Pawai Budaya ini perisapanya bisa lebih matang lagi," ucapnya. “Pawai budaya ini adalah bagian dari mempererat kebersamaan dan mewujudkan membangun Berau dengan keberagaman,” ucap Mappasikra. (*)
Penulis: Indra
Editor: Aspian Nur