Dia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih terus bersama masyarakat bergotong-royong membersihkan sampah yang berserakan di sekitar Dermaga Tanjung Isuy. Menurutnya, bertahun-tahun sampah di kawasan dermaga yang menghadap langsung ke Danau Jempang itu tak pernah dibersihkan.
“Kami mengajak masyarakat bergotong-royong membersihkan sampah, warga merespon untuk kebersihan lingkungan itu. Namun, sebagian dari warga masih ada yang sengaja membuang sampah di sembarang tempat. Kami sangat bangga karena Pak Petinggi Tanjung Isuy mendukung kuat kegiatan kebersihan kampung yang kami motori,” tukasnya.
“Selanjutnya kami akan bermusyawarah bersama masyarakat dan aparatur kampung, untuk rencana membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Tanjung Isuy,” tandasnya.
Petinggi Tanjung Isuy, Murdiansyah mendukung kegiatan pemuda tersebut. “Selama ini kami belum mendapat solusi untuk membersihkan sampah. Tiaq Egah Adat Temenggung Marta ini sudah membuat gerakan. Saya berharap ini langkah awal supaya sampah bisa teratasi di Tanjung Isuy,” urainya.
Untuk diketahui, Gerakan Pemuda Peduli Sampah FTI memiliki misi menggugah kesadaran masyarakat untuk mencintai lingkungan. Yakni minimal setiap rumah tangga memiliki tempat sampah, mengolah sendiri sampah rumah, dan tidak membuang sampah sembarangan. Jadwal wajib gotong-royong membersihkan sampah di kampung dilakukan 1-3 kali dalam sepekan. (imr)