“Jembatan Mahakam Tering sudah hampir 10 tahun mangkrak, bahkan hingga saat ini tidak ada penyelesaiannya. Kami heran kenapa Pemprov dan DPRD Kaltim tidak bersuara dengan kondisi itu. Sejak pembangunan awal jembatan itu sudah menghabiskan ratusan milliar uang negara, kenapa dibiarkan mangkrak,” kata Aswardi (40) warga Kampung Tering Seberang kepada Koran Kaltim, Sabtu (4/8).
Senada dipaparkan Antonius Wang (50) warga Kampung Tering Baru, Kecamatan Tering. Dia menyebut menggebu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama ini mengungkap masalah korupsi di Indonesia. Dia bersama puluhan warga Tering berharap KPK segera turun ke Kubar untuk melihat langsung kondisi tersebut.
“Yang sangat mengherankan kami mengapa KPK tidak pernah datang ke Kubar. Padahal sangat jelas indikasi korupsi Jembatan Mahakam Tering itu. Padahal jika KPK berinisiatif datang ke Kubar sangat mudah, dari Kota Balikpapan transportasi udara hanya ditempuh dalam waktu 45 menit,” tukasnya.
Amir (49) warga Kelurahan Melak Ilir, mengaku sangat kecewa dengan kondisi Jembatan ATJ di Melak Ilir yang saat ini mangkrak. Dia menyebut tidak ada kseriusan Pemkab dan DPRD Kubar serta Pemprov Kaltim. “Sejak tiga tahun lalu jembatan ATJ Melak tidak rampung. Janji Pemkab dan DPRD Kubar akan dilanjutkan pada tahun ini. Saat ini sudah memasuki Agustus 2018, tetapi belum ada tanda jembatan itu akan dilanjutkan,” katanya.
Begitu pula jalan dua jalur yang diberi nama Jalan Bung Karno, membentang dari Simpang Ombau-Kebut. Saat ini badan jalan yang rencana akan dibuat menjadi dua jalurv tersebut sudah tidak dikerjakan sejak setahun lalu. Bahkan beberapa bagian sepanjang akses itu ada yang mulai longsor, termasuk timbunan di kawasan anak sungai.
“Kami sangat heran dengan janji-janji pemerintah akan menyelesaikan proyek itu tetapi sampai saat ini belum dikerjakan juga. Ini kami anggap sudah mangkrak, karena sudah hampir penghujung tahun. Kami pertanyakan janji-janji pemerinrtah dan DPRD Kubar untuk komitmen penyelesaiannya,” beber Stevanus Murdi (48) warga Kecamatan Linggang Bigung.
Belum lama ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kubar, Philif mengaku penyelesaian proyek jembatan AJT Melak dan jalan dua jalur Bung Karno akan berlanjut tahun ini. “Masih menunggu penghitungan oleh tim teknis independen dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Surabaya (ITS). Setelah clear, maka segera dilelang,” urainya. (imr)