Senada diungkapkan warga Kecamatan Long Iram, Suryadi (40). Dia berkisah setiap tahun bersama sanak keluarganya membuat ladang di kawasan Jalan Danau Gap, Kampung Long Iram Kota. Saat ini kata dia, lahan puluhan hektare mulai dibersihkan dengan cara ditebas.
“Ini mulai banjir lagi, apabila curah hujan tinggi di Mahulu, maka sehari ke depan Long Iram akan banjir. Ladang akan membusuk, dan membuat kami gagal karena masa menanam padi ladang pada September mendatang,” bebernya.
Hal yang sama dikeluhkan masyarakat Kecamatan Tering yang hampir 70 persen bertani ladang. Menurut mereka, jika hujan terus terjadi di wilayah Mahulu, maka sejumlah kecamatan di tepi Sungai Mahakam di Kubar akan digenangi banjir.
“Jika musim hujan terus seperti saat ini, kami akan gagal tanam padi. Karena biasanya ladang harus ditanami padi mulai Agustus hingga Oktober. Banjir membuat ladang membusuk dan tidak bisa diolah,” tutur Alvonsius Dalung (40) di Kampung Tering Lama.
Sebelumnya, Camat Muara Pahu, HM Suhamdi mengakui bahwa potensi persawahan Rapak Punang di Muara Pahu bisa menjadi sentra pangan masyarakat. Namun, kata dia, setiap tahun banjir Sungai Mahakam membuat petani gagal panen.
“Kami berharap bantuan dari Pemkab Kubar, Pemprov Kaltim dan pusat untuk membuat pagar tembok beton mengelilingi persawahan Rapak Punang. Jika itu terwujud, meski sering banjir, petani akan bisa mencapai harapan setiap tahun bisa panen,” urainya. (imr)