Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisaya (Disbudpar) Berau, Mappasikra Mappaseleng, mengungkapkan acara ini merupakan bagian dari promosi pariwisata Kabupaten Berau.
Even yang digelar untuk kali ketiga ini masuk dalam kalender pariwisata Bumi Batiwakkal selama tahun 2018. Dengan even ini diyakini akan mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Maratua maupun ke destinasi wisata lainnya di Kabupaten Berau.
“Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan Maratua Jazz akan digelar 27 hingga 29 Juli mendatang. Ini menjadi ajang promosi pariwisata bahari Kabupaten Berau melalui musik Jazz,” ungkapnya.
Jazz, kata dia, merupakan genre musik yang disukai dari semua kalangan di dunia. Sehingga promosi melalui musik Jazz diakuinya sangat berdampak terhadap pariwisata. Hal itu ditunjukkan dengan jumlah kunjungan wisatawan setiap kali even ini dilaksanakan.
Pemkab Berau bersama penyelenggara musik Jazz juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata maupun Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Kami berharap tahun ini akan lebih banyak lagi wisatawan yang datang. Terlebih banyak musisi Jazz yang akan tampil menghibur di Maratua Jazz,” jelasnya.
Maratua Jazz and Dive Fiesta 2018 ini, lanjut dia, harus dimanfaatkan dengan maksimal oleh pelaku usaha pariwisata maupun masyarakat Kabupaten Berau. Pelaku usaha harus bisa memanfaatkan momentum ini untuk menjual paket wisata yang ada.
Tidak hanya wisata di Pulau Maratua, tetapi juga paket wisata ke destinasi lain di Bumi Batiwakkal yang tersebar mulai dari kepulauan, pesisir, hingga pedalaman dengan wisata alam, budaya, adat, sejarah maupun religi. Kabupaten Berau juga kaya akan wisata kuliner dan ekonomi kreatif masyarakatnya. ”Even ini harus dimanfaatkan bagi pelaku usaha dalam promosi paket paket wisata ke Kabupaten Berau,” tandasnya. (ind)