Sedangkan untuk 2018 ini, khususnya di tahap pertama, penyaluran ADD sudah 20 persen dengan pekerjaan rampung di lapangan mencapai 100 persen. Pada Juni lalu, ADD disalurkan sebelum libur lebaran Idulfitri.
“Untuk tahap kedua dalam tahun ini, hingga Juli ini, 43 kampung telah melakukan proses pencairan. Sehingga penghitungannya pencairan tahap kedua kini mencapai 40 persen,” bebernya.
“Tahap pertama sudah tersalur ke RKD (Rekening Kas Desa), sekarang menuju fase tahap kedua yang hingga kini sudah ada 43 kampung yang tersalurkan,” tambah Faustinus.
Dia mengungkapkan, untuk tahap ketiga yaitu 40 persen sisa ADD akan dilaksanakan penyalurannya pada Oktober mendatang, atau paling lambat akhir Desember. Nominal dan rincian total ADD se-Kubar untuk 190 kampung pada 2018 sebesar Rp 148.174.233.000.
“Penyaluran pada tahap 1 sebesar Rp 634.846.600, serta tahap dua dan tiga masing-masing sebesar Rp 269.693.200,” katanya.
Faustinus membeberkan, ADD tahun 2017 untuk se-Kubar disalurkan dalam dua tahap. Pada tahap pertama disalurkan sebesar 60 persen atau sebesar Rp 89.825.821.200, serta tahap kedua sebesar 40 persen atau senilai Rp 59.883.880.800.
“Total ADD se-Kubar untuk 2017 sebesar Rp 149.709.702.000. Berharap para petinggi dan aparat kampung transparan dalam pengelolaannya. Wajib melibatkan masyarakat, mengutamakan padat karya. Jika ada indikasi pelanggaran penggunaan ADD, maka kami serahkan kepada aparat penegak hukum,” tandasnya. (imr)