“Ratusan hektare areal sawah Rapak Punang sudah menjadi sawah. Periode Maret-April lalu, puluhan hektare sudah ditanami bibit padi, tetapi akhirnya busuk dan gagal panen, karena dilanda banjir besar,” terang Hamdi kepada Koran Kaltim, Rabu (4/7) di Sendawar.
Dia menyebut jika persawahan Rapak Punang di Kampung Sebelang bisa diatasi kendala banjirnya dengan teknologi, maka akan menjadi sentra pangan dengan produksi gabah melimpah setiap tahun.
“Kami sudah melakukan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), mulai tingkat kampung, kecamatan, hingga dibawa ke kabupaten. Kami berharap Pemkab dan Pemprov Kaltim membantu membangunkan tanggul yang mengelilingi areal persawahan itu guna mengatasi kendala banjir,” paparnya.
Camat Hamdi menguraikan, jika ada tanggul sebagai tembok keliling areal persawahan tersebut, maka saat musim banjir, air yang masuk ke areal sawah dapat di pompa keluar. Hal itu adalah cara strategis agar Rapak Punang dapat diandalkan menjadi sentra pangan di Kubar.
“Semoga apa yang kami harapkan bisa dikabulkan oleh pemerintah daerah, provinsi, bahkan pusat. Apabila bisa dibangun tanggul keliling Rapak Punang, maka dipastikan Kecamatan Muara Pahu akan mampu menjadi sentra pangan beberapa kecamatan bahkan bagi seluruh Kubar,” tandasnya. (imr)