“Hampir dua jam saya terpaksa bertahan di puncak Gunung Punai. Karena mau turun khawatir mobil saya oleng karena licin akibat minyak sawit yang tumpah di jalan tepat di Gunung Punai,” ungkap Neliana (28), warga Kecamatan Long Iram kepada Koran Kaltim, kemarin.
“Ratusan sepeda motor dan mobil terpaksa tertahan hampir satu jam karena ada truk pengangkut CPO yang menanjak di Gunung Punai tertahan karena minyak sawit itu tumpah,” sebut Mikael Hendra (40) warga Kecamatan Tering.
Ketua DPD Lembaga Aliansi Indonesia Kabupaten Kubar, Nurzain Nooren, meminta Dishub Kubar bersikap tegas. Akibat ulah angkutan CPO tersebut, dalam setahun terakhir, puluhan warga menjadi korban lakalantas di Gunung Punai.
“Gunung Punai dengan tanjakan sangat tinggi mencapai 200 meter. Saat ini sangat licin karena ditumpahi minyak sawit sehingga membuat kendaraan masyarakat umum yang melintas banyak yang celaka,” katanya.
“Kami berharap agar Pemkab Kubar melalui Dishub mengambil tindakan tegas dan memberikan sanksi. Jangan hanya ancaman melalui media massa, tetapi aksi lapangan tidak terlihat. Itu akses masyarakat umum, perusahaan harus membuat jalan sendiri,” tegasnya.
Diminta konfirmasinya, Kepala Dishub Kubar Rakhmat menyebut pihaknya telah melakukan investigasi terkait tumpahan CPO di Gunung Punai tersebut. Saat ini pihaknya masih memberi peringatan kepada perusahaan kelapa sawit yang melintas di akses dalam Kota Sendawar.
“Juli mendatang Dishub akan memberi sanksi tegas, sesuai dengan peraturan dari Kementerian Perhubungan. Untuk saat ini tumpahan CPO tersebut kita minta perusahaan membersihkannya dengan zat tertentu. Nanti setelah ditegakkan aturan, maka sanksi tegas akan berjalan,” pungkasnya. (imr)