"Motifnya karena sakit hati dengan mantan suaminya yang tak memperhatikan si balita tersebut," ungkapnya kepada KoranKaltim.com, Rabu (23/5) sekitar pukul 11.50 Wita.
Menurut dia, menyiksa balitanya tak lain untuk mencari perhatian dengan sang mantan suami. Parahnya, aksi penganiayaan tersebut direkam yang kemudian video tersebut dikirim ke istri baru mantan suaminya tersebut melalui media sosial.
"Saat ini kami libatkan pihak lain yaitu P2TP2A Pemkab Berau untuk memberi konseling terhadap pelaku. Apakah pelaku melakukan hal tersebut dengan sadar atau ada indikasi kejiwaan," ujarnya.
Pelaku saat ini belum ditahan karena menunggu hasil tes psikologi. Begitu pula dengan balitanya, juga dikembalikan kepada si pelaku.
Melihat kedekatan keduanya dan reaksi si balita terhadap ibunya tersebut membuat besar kemungkinan pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya.
"Si anak dekat sekali dengan ibunya itu, apalagi saat ini mereka tinggal berdua saja, kalau ibunya kita tahan kasihan si anak. Kami juga berdayakan polwan untuk masalah ini," pungkasnya.
Penulis: Indra
Editor: Firman Hidayat