Senada diungkapkan Aspian (37) warga Kelurahan Simpang Raya. Dia mengaku sangat heran dengan kondisi tersebut. Padahal kata dia, beberapa agen di Kubar menyalurkan gas elpiji, seharusnya tahu kondisi sudah hampir dua pekan gas elpiji langka di Kubar. “Kami berharap Pemkab Kubar melalui tim terpadu menindak tegas oknum pengecer yang terindikasi melakukan penimbunan. Dengan keadaan kosongnya gas elpiji ini, membuat masyarakat resah. Kalau dulu kami pakai kompor minyak gas (minyak tanah), tidak pernah sesulit kelangkaan gas elpiji ini,” paparnya.
Sekretaris Daerah (Sekkab) Kubar Yacob Tullur menegaskan jika isu kelangkaan gas elpiji tersebut benar, maka instansi terkait utamanya Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) Kubar agar bertindak tegas. “Termasuk Bagian Ekonomi Sekkab, utamanya Disdagkop dan UKM harus turun ke lapangan pantau kondisi itu. Saya imbau agar masyarakat se-Kubar tidak usah kawatir, pemerintah segera turun tangan mengatasi hal ini,” bebernya.
Ia juga menuturkan, bisa terjadi kondisi tersebut, karena dalam penjualan gas elpiji adalah masalah bisnis, bisa saja itu merupakan persaingan pasar antar pedagang. Tetapi pemerintah segera turun tangan, apalaghi saat ini menjelang datangnya bulan Ramadan.
Yacob menyebut, utama akan dipantau adalah stok dan harga sembako, serta kebutuhan pokok masyarakat lainnya, termasuk stok daging sapi dan ayam di pasar se-Kubar. “Menjelang Ramadan stok dan harga sembako selalu di monitor. Antisipasi kita lakukan melalui Disdagkop dan UKM serta sejumlah instansi lainnya di lingkup Pemkab Kubar. Saya berharap laporan dari instansi terkait ke Sekkab Kubar wajib rutin,” ungkapnya. (imr)