“DPRD Mahulu berharap agar provinsi dan pusat konsisten untuk membantu pembangunan Mahulu. Saya contohkan rencana pembangunan Jembatan Mahakam di Kampung Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari, itu sangat penting. Memang Mahulu dapat suntikan anggaran untuk itu dari pusat sekitar Rp 11 miliar. Tahun ini mulai dibangun tetapi bukan jembatan permanen, masih akan dibangun jembatan gantung juga,” jelas Novita Bulan kepada wartawan di Tiong Ohang, Minggu (6/5).
Dia menegaskan, DPRD Mahulu bersinergi dengan Pemkab Mahulu untuk melakukan percepatan pembangunan. Dua kecamatan di bagian hulu rian (jeram) Sungai Mahakam yang sangat sulit dijangkau dari Ibukota Mahulu, Ujoh Bilang adalah Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari. Namun itupun terus diupayakan agar masyarakat dua kecamatan tidak merasa terisolasi.
“Sudah ada jalan darat tembus, tapi masih rawan untuk dilalui, karena memang belum di keraskan. Bahkan melintas diporos itu untuk menuju Long Pahangai dan Long Apari sangat berbahaya, bergunung tinggi dan curam, puluhan anak sungai yang dilintasi belum memiliki prasarana jembatan,” bebernya.
Untuk itu, Novita Bulan mengharapkan sokongan besar pemerintah pusat, agar jalan poros tembus dari Kecamatan Long Apari ke Long Pahangai selanjut ke Ibukota Kabupaten Mahulu yang menghubungkan ke Ibukota Kaltim agar bisa dibantu. Menurut Bulan, jika poros tersebutbisa direalisasikan oleh pusat, maka merupakan suatu upaya untuk mensejahterakan masyarakat Mahulu.
“Dua kecamatan itu berada di perbatasan negara, betapa sulitnya kehidupan masyarakat disana. Mereka harus melintasi Sungai Mahakam sebagai satu-satunya transportasi untuk angkutan barang kebutuhan pokok sehari-hari. Sehingga tak heran jika kebutuhan hidup masyarakat disana sangat terbatas, karena harga sangat tinggi,” bebernya.
Novita Bulan menyebut DPRD Mahulu sangat mengapresiasi Pemkab Mahulu yang terus berkutat dalam pembangunan kemasyarakatan di lima kecamatan se-Mahulu. Diantaranya kata dia, prestasi besar Pemkab Mahulu yang bersinergi dengan DPRD adalah telah dibangun dan beroperasinya dua rumah sakit pratama. Yakni Rumah Sakit Pratama Gerbang Sehat Mahulu di Kampung Ujoh Bilang, serta Rumah Sakit Nawacita Datah Dawai di Kecamatan Long Pahangai.
“DPRD Mahulu terus mendorong pemerintah untuk berbuat. Karena memang dengan kondisi membangun daerah perbatasan yang ratusan tahun telah terisolasi, perlu pemikiran bersama. Dengan dua rumah sakit yang saya kira cukup mewah itu, saya berharap masyarakat Mahulu semakin mudah dalam mencari kesehatan. Pemkab juga terus membangun puskesmas dan pustu dikampung-kampung terjauh, agar masyarakat mudah berobat,” tuturnya.
“Saya berharap agar setiap tahun proposal yang diajukan Pemkab Mahulu dan usulan DPRD Mahulu agar segera ditanggapi oleh provinsi dan pusat. Semua itu adalah usulan anggaran untuk membuka keterisolasian Mahulu yang berada diserambi terdepan NKRI,” tandasnya. (imr)