“Saya menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Berau pada tahun 2017 dan ditantang bisa menurunkan tarif peti kemas dan bisa kami lakukan. Saat ini, kami juga menantang Pemkab Berau untuk segera mungkin menurunkan harga barang di Berau,”terang Kepala Bagian Fasilitas Pelabuhan Syahbandar Berau, Abdurahman kepada Koran Kaltim, Senin (16/4) di ruang kerjanya.
Tantangan ini, kata dia, bukan untuk menunjukan siapa yang lebih hebat. Namun, untuk memastikan apa penyebab keluhan tingginya harga barang.
”Kami tidak ingin ketika harga jual mahal yang dikatakan penyebab harga jual mahal karena tarif bongkar muat yang mahal. Saat ini tarif sudah turun, seharusnya sejak awal tahun 2018 ini harga barang juga bisa turun. Namun, hingga hari ini keluhan harga barang tetap saja mahal,”tegasnya.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Fery Kombong yang ditemui media ini diruang kerjanya menegaskan, tantangan balik dari pihak kesyahbandaran didukung oleh DPRD khususnya Komisi II.
Sebab, Pemkab Berau harus bisa sadar diri. “Awalnya janji para pedagang meminta waktu selama tiga bulan untuk menghabiskan stok barang yang ada. Akan tetapi, sudah hampir lima bulan berjalan, harga tetap saja dan ini harus ada tindakan tegas dari Pemkab agar bisa segera mengatasi. Kami disini hanya sebagai kontrol saja, akan tetapi jika tidak juga ada tindakan nyata yang dilakukan, maka kami juga akan turun ke lapangan mengecek dan memanggil pihak-pihak terkait seperti instansi serta para agen,”pungkasnya. (ind)